Sep 20 2008

Di Warung

Published by wisnhu under Ria Jenaka

Sebagai makhluk yang memiliki siklus hidup tidak wajar, agak susah buatku untuk dapat bersosialisasi. Ya iyalah secara saat yang lain masuk kantor ak libur trus giliran yang lain libur eh.. malah ak ikutan libur. Hehehe.
Lingkunganku pun monoton gak jauh-jauh dari Kantor - Warung - Kosan. Kalo ada kuliah baru ak ngampus. Tapi ak gak mau dalam lingkungan yang terbatas tersebut pergaulanku jadi terbatas. Makanya itu aku ngeblog… hasyah gak penting deh konfirmasi.
Tapi di antara lingkungan yang terbatas tersebut masih ada juga hal-hal yang bisa menggelitik contohnya beberapa hal yang muncul saat ak makan di apotik… maksudku di warung.

Peristiwa pertama :
Ak : “Mbak nasi ramesnya dung satu.”
Mbake : “Iya mas, minumnya apa nich?”
Ak : “Teh manis anget aja dech.”
Mbake : “Pake es gak mas tehnya?”
Ak : “Rrrrrghhh.. Gak papa dech asal tetep anget.”

Peristiwa kedua :
Ak : “Mbak soto semarangnya ada?”
Mbake : “Ada mas.”
Ak : “Boleh dech mbak soto semarangnya satu. Sama minumnya teh manis anget satu ya mbak?”
Mbake : “Ada lagi mas?”
Ak : “Gak itu aja dulu. Oiya mbak, pake nasi ya.”
Mbake : “Sotonya apa teh angetnya mas?”
Ak : “Rrrrrrggghhh…”
No need more confirmation…

493 responses so far

Sep 17 2008

Susu Kedelai Rasa Strawberry

Published by wisnhu under Di Balik Kaca

Sore itu tepat pukul lima. Sudah saatnya untuk menyiapkan makanan pembuka… eh maksudnya makanan untuk berbuka. Pilihan hari ini jatuh pada D’crepes ala Turki atau orang biasa menyebutnya Kebab. Soalnya lagi ngidam pengen itu tuch (hamil kali ya buk). Terus kira-kira cocoknya minum apa ya? Hmmm… Loading… Still waiting… Sorry not found. Ya udah ntar nyari sambil pulang ke kos.
Sembari jalan pulang ternyata terlihat tukang susu langganan (yang terlilhat tukangnya bukannya susunya karena susunya dimasukkan termos). Bukan susu murni, tapi langgananku ini biasa berjualan susu kedelai. Dan belilah saya di sana. Saat memilih saya sempat terhenyak kok susu kedelai warnanya merah? Bukannya biasanya warnanya ijo. Eh maksudnya putih krem. Dan setelah mendapat short explanations dari sang penjual jadilah mengerti saya. Bahwa ternyata yang berwarna merah adalah “susu kedelai rasa strawberry” Awalnya saya sempat terheran-heran. Kalo orang jerman bilang “Mcbedunduk dan McJegagik.” Tapi untuk mengatasi rasa penasaran maka kuputuskan untuk membeli susu kedelai rasa strawberry itu.
You know what. Saya merasa susu kedelai rasa strawberry itu sebuah inovasi yang aneh dan mencengangkan seperti seseorang yang telah menemukan minuman teh rasa kopi. Minuman ditujukan kepada penggemar kopi yang dilarang minum kopi karena lambungnya lemah so mereka hanya diperbolehkan minum teh. Untuk mengobati rasa kangen akan kopi itu maka dibuatlah minuman teh rasa kopi.
Benar-benar tak bisa diprediksi kita akan heran inovasi apa yang akan muncul kemudian. Mungkin sebentar lagi orang-orang akan muncul dengan es jeruk rasa durian atau jus alpokat rasa mangga. Wah wah wah jadi tak sabar menunggunya.
Satu hal lagi yang membingungkan saya adalah bagaimana cara membuatnya? Bagaimana kita bisa menumbuhkan tanaman kedelai yang rasanya seperti strawberry. Kemudian setelah panen kita peras dan olah sehingga menjadi susu. Hehehe kedengarannya seperti kedelai yang durhaka.
Ahaaa.. mungkin caranya dengan cara mengkawin silangkan kedelai dengan strawberry. Aku pernah mencoba sekali dulu mengkawinsilangkan ayam dengan kelabang tujuannya adalah untuk mendapatkan varietas ayam dengan jumlah kaki yang banyak. Dengan varietas itu diharapkan didapatkan ayam dengan jumlah kaki ribuan sehingga akan didapatkan banyak ceker untuk diolah menjadi kripik ceker atau mie ayam ceker. Tapi sayang sekali percobaan itu tidak berhasil. Alasannya satu karena orang tua mereka tidak setuju. Katanya sich alasan klasik beda ras dan kebudayaan. Mungkin para kelabang takut kalo disuruh bangun pagi tiap hari. Sudahlah itu urusan rumah tangga mereka.
Okey i get it know. Susu kedelai rasa strawberry dibuat dan ditujukan kepada mereka penggemar strawberry yang menginginkan susu kedelai. Well helloo… knapa gak beli susu sapi rasa strawberry aja. Kan sudah banyak di supermarket.
Kembali kepada susu strawberry yang saya beli. Setelah bedug magrib berkokok.. eh berbunyi tak sabar rasa hati untuk mencicipi. Dan setelah seteguk dua teguk well rasanya seperti susu kedelai rasa strawberry yang lain (oh yeah kayak pernah beli aja wis kan baru pertama kali beli. kekeke). Rasanya seperti susu kedelai cuma bedanya yang ini rasanya strawberry. Hehehe. So kalo kalian berminat hubungi aku ntar aku beliin. Gratis ongkos kirim. Tapi duitnya pake duit kamu dan motornya pake motor kamu kekeke.

39 responses so far

Sep 12 2008

Surga Manusia Gua

Published by wisnhu under Catatan Perjalanan

Pernahkah Anda mendengar tentang mesin waktu? Sebuah alat yang mampu membawa kita berkelana melewati batasan ruang dan waktu. Bisa meloncat ke masa depan atau pun kembali jauh ke masa silam. Nah, jika Anda pernah mendengarnya kini izinkan saya untuk mengajak Anda berkelana kembali jauh ke masa lampau. Masa dimana bumi masih muda dan manusia masih tinggal di dalam gua. Apa yang kita cari di sana? Kita tidak mencari apa-apa. Kita hanya akan mengajak salah satu rekan kita dari masa tersebut untuk berjalan-jalan bersama kita.
Iya, kita akan mengajak rekan kita itu yang kita sebut sang manusia gua untuk hadir di rumah kita. Kita ajak dia untuk berkelana di masa kini. Melihat rumah kita, merasakan hidup di lingkungan kita, menikmati alam sekitar kita dan bahkan kita ajak menemui anak-anak kita. Kita ajak dia berkeliling selama beberapa hari. Lalu setelah itu kita ajak dia untuk mengungkapkan perasaannya. Caranya adalah meminta dia untuk mendeskripsikan lingkungan kita yang ada saat ini dalam bahasa dan pengetahuan yang dia ketahui.
Maka hasilnya tidak akan jauh dari hasil berikut. Kita simak beberapa contohnya : TV –> batu bergambar. Rumah –> gua indah. Pesawat –> burung besi. Mobil –> kuda keras tanpa kaki. Radio –> kotak para arwah.
Sesuatu hal yang menutut kita aneh bin lucu. Sesuatu yang sangat menggelitik karena semua hal yang ada pada zaman kita untuk pikiran dan nalar kita adalah wajar namun bagi mereka hal ini adalah sesuatu yang menakjubkan sesuatu yang luar biasa. Mereka akan menganggap hal-hal yang mereka alami barusan sebagai suatu hal yang “tak pernah terdengar oleh telinga mereka, tak pernah terlihat oleh mata mereka dan tak pernah terbersit sedikitpun di pikiran mereka.” They say it’s beyond their wildest imagination.
Hal kedua yang saya ingin ajak bersama Anda setelah perjalanan pertama tadi adalah untuk membayangkan bagaimana jika suatu hari kita mendapat hadiah sebuah kuis dari antah berantah. Sebuah hadiah yang luar biasa pula yang memungkinkan kita melakukan perjalanan ke surga pulang pergi. Menginap beberapa hari di sana. Menikmati indahnya nuansa surga yang tersaji indah penuh warna. Ya, anggaplah dapat voucher pula menginap tiga hari tiga malam. Setelah akhir dari perjalanan tadi mau tidak mau kita akan dikirim lagi ke sini. Kemudian kembali lagi ke sini. Sepulangnya dari sana kira-kira apa yang bisa kita ungkap untuk mendeskripsikan surga dari sudut pandang kita. Mari kita coba ekspresikan pengalaman kita tersebut dalam bahasa yang kita kenal.
Tentunya ekspresi yang akan muncul dari kita tak akan jauh berbeda dengan apa yang pernah dideskripsikan tentang surga dalam AlQuran Al Karim. Yakni sebuah tempat dimana surga akan dipenuhi istana dengan sungai-sungai mengalir di bawahnya dan dengan ditumbuhi berbagai macam-macam buah-buahan yang mengundang selera. Tidak itu pula di sana kita juga akan didampingi oleh bidadari-bidadari yang tak pernah urung menemani kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah saat kita deskripsikan mengenai istana, sungai, dan buah-buahan serta bidadari-bidadari yang ada di surga itu sama dengan deskripsi yang sekarang ada di dunia. Apakah bentuk istana di surga sama dengan istana termegah di dunia yang pernah dibangun oleh manusia? Apakah bentuk sungai-sungai yang mengalir di bawahnya dan buah yang tumbuh di dalamnya akan sama seperti yang ada di dunia? Apakah bentuk itu sama seperti bentukan yang pernah kita lihat dengan mata, kita dengar dengan telinga ataupun pernah terbersit dalam pikiran kita?
Tentu saja akan sangat berbeda. Istana yang ada di surga tentu akan sangat berbeda dengan istana yang pernah kita lihat. Sungai-sungai yang ada di sana tentu akan sangat berbeda dengan apa yang pernah kita dengar akan sungai yang penuh keindahannya di dunia ini. Serta kecantikan bidadari-bidadari yang ada di surga tentu jauh lebih cantik dari para gadis pemenang model kecantikan yang ada saat ini. Bahkan bisa jadi bentukan dasarnya saja sudah sangat berbeda. Namun kita hanya mampu mendeskripsikan dengan bentuk yang hampir serupa dengan istana, sungai, buah-buahan dan segala macam yang kita jumpai sekarang.
Mungkin kasus yang terjadi pada perjalanan kedua kita hampir sama dengan hal yang terjadi pada sang manusia gua saat kehadirannya berpetualang di dunia kita. Hal-hal yang ditemui akan sangat berbeda dan luar biasa. Sesuatu yang ditemui benar-benar tak pernah terdengar oleh telinga, terlihat oleh mata dan tak pernah terbersit di benak pikiran kita.

29 responses so far

Next »