Janji adalah Harga Diri

Orang bilang utang adalah utang “no matter what”. Bisa ditepati syukur gk bisa yo wis.

Guru Kimia kelas 2 SMA saya dulu (Bu Iyas) pernah bilang, “Janji adalah Harga Diri.”

Aku lebih suka pernyataan kedua. Hehehe meskipun aku malah gk pernah begitu inget dengan pelajaran-pelajaran kimianya. Tapi terkadang pendidikan di sekolah itu mempelajari hal-hal tentang hidup dan kehidupanlah yang benar-benar kita selami. Tentang mata pelajaran itu bonusnya.

Mengapa aku lebih menyukai pernyataan kedua, karena dengan adanya pernyataan itu bisa ditarik kesimpulan bahwa orang yang tidak bisa menepati janjinya adalah orang yang tidak memiliki harga diri tinggi (Tidak menjadi individu yang LOW PROFILE dan HIGH PROFIT JJ). Ya sebenarnya lebih fair jika dikatakan orang yang tidak berusaha dengan sungguh-sungguh dalam menepati janjinya adalah orang yang dipertanyakan eksistensi harga dirinya, ya karena hasil akhir dari usaha itu ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Ya… setidaknya kita selalu berusaha dengan sungguh-sungguh menepati janji kita. *dengar itu bapak-bapak pejabat, politisi, wakil rakyat atau siapa pun yg gemar mengobral janjinya. Mungkin bapak-bapak perlu sekali-kali perlu belajar kimia dari Bu Iyas.*

Hehehe sebenernya dari tadi saya mau ngomong apa sih jadi bingung sendiri…

The Opera House

The Opera House

Oiya jadi inget lagi. Ini terkait janjiku di posting terdahulu mengenai posting blog pengalaman selama perjalanan di Australia. Hehehe. Ternyata aku salah. Harapannya setelah tiba di tanah air, aku berharap bisa melakukan posting blog secara rutin tapi ternyata oh ternyata… Kesibukan menjadi seorang artis telah menyita seluruh waktuku *ngarep mode on. Hehehe* Ya sepertinya untuk dapat menekuni hobby blog ini perlu dipersiapkan strategi khusus di antara rantai-rantai pekerjaan yang membelenggu. *siap-siap pasang ikat kepala, singsingkan lengan baju lalu berdoa,”Bismika Allahumma ahya wa Bismika Amutu. Zzzz…”

Hehehe….

Perjalanan ke Australia dimulai dengan pembuatan visa ke Australia. Karena pergi ke australia tanpa visa ibarat makan sayur tanpa garam itulah kata tante inul *Dengan mengesampingkan faktor pembuatan pasport dan beli kamus bahasa inggris tentunya.* Syarat-syarat dalam pembuatan visa adalah sebagai berikut : satu eksemplar passport asli, satu lembar pasfoto terbaru ukuran 4×6, satu lembar fotocopy KK, satu lembar fotocopy akta kelahiran, satu lembar fotocopy KTP sesuai pasport *bagi yang memiliki multi KTP hehehe*, satu lembar daun salam, dua siung bawang putih yang telah ditumbuk halus *lho eh opo iki… kayake kok ketuker mbek resep masake mbok ku* Ya selain bumbu resep itu informasi yang lain masih bisa dipertanggungjawabkan kok…

Duhh gusti… wis ngantuk kihh… padahal masih banyak yang mau diceritakan untuk persiapan sebelum tiba di Negeri Kanguru. Mungkin to be continue lagi biar pada doyan maen ke sini…

Sing sabar ya…

Piss…

Posted in Catatan Perjalanan | 11 Comments

Negeri Kanguru

pemandangan dari botanical garden samping opera house

pemandangan dari botanical garden samping opera house

Negeri Kanguru adalah sebuah negara yang bertetangga dengan negara Indonesia tercinta (tanah air, ibu pertiwi, tanah tumpah darah). Sebuah benua yang berada di sebelah tenggara dari Pulau Jawa atau secara keseluruhan berada di sebelah selatan Indonesia. Secara jarak sebenarnya tidak begitu jauh dari Indonesia. Kota Sydney saja yang berada di sebelah tengara dari Benua Australia jika ditempuh dari Jakarta dengan penerbangan langsung hanya menghabiskan waktu 6 jam perjalanan udara (menggunakan Garuda Airlines gk tau deh berapa jam kalo pake Concord atau pake emprit airlines).

Australia, sebuah benua yang menarik secara geographical, budaya, iklim atau pun ragam penduduknya. Beruntung aku ada kesempatan singgah di sydney selama seminggu lebih. Jadi berharap di beberapa postingan ke depan bisa memberikan info yang bermanfaat dari sudut pandang seorang wisnhu. Mungkin tak banyak yang bisa diberikan tapi setidaknya bisa bermanfaat bagi siapa pun yang membutuhkan.

Mungkin beberapa postingan akan dibagi menjadi beberapa cerita, beberapa topik yang mungkin tidak menggambarkan keseluruhan sydney tapi setidaknya bisa sedikit memberi pencerahan. Bagi yang lebih banyak mempunyai info dimohon keikhlasannya untuk ikut nimbrung di sini dan meluangkan sepatah dua patah kata (ibarat Pak RT ajah nih) di blog yang sederhana ini.

Posted in Catatan Perjalanan | 14 Comments

Puisi Atap Besi

Beliau membaca,
dan terdiam
di antara makian sopir angkot
dan geram laju bus kota.

Beliau membaca,
dan merenung
seolah dunia itu bisu dan merunduk,
ibarat kucing dan kaki tuannya.

Ini bukan singgasana teman,
bukan sofa roman sang don juan
hanya kendaraan lapis besi karat
yang menderu seakan kiamat

hanya kendaraan skumpulan rakyat yg bertarung melawan asap dan penat,
hanya kendaraan lampu 2 watt dan gempa 8 skala richter.

Aku terdiam
aku menerawang dan tersenyum.
Masih ada asa d negri,
slama minat baca masi membumi,
slama membaca itu rekreasi,

membacalah dan membacalah dengan Nama Tuhanmu.
Dan penuhi hati dengan wahyu Ilahi.
Wahyu yg tsebar d penjuru bumi.

Posted in Perjalanan Seni, Puisi | Tagged , , | 3 Comments