Archive for November, 2006

Nov 15 2006

Sepenggal Kisah Kantor

Published by wisnhu under Di Balik Kaca

Maghrib mendekat. Saat itu kerjaanku merekap data progress harian rekan-rekan belum juga kelar. Damn! Perasaan cuma dikit tapi kok begitu dikerjain jadi melar gini ya. Aduh mau selesai jam berapa nich. Mana cacing pada memberontak minta hak untuk merdeka. Dan sebagian rekan sudah pulang untuk merayakan kebebasan mereka hari ini. = )

Sesaat kemudian melintaslah sosok yang berwibawa dan disegani di kantor Icon Gandul. Pak Ajat Munajat. Demikian nama Manager Service Operation and Maintenance di kantor ini. Tak seberapa lama ingatanku kembali ke beberapa tempo lalu saat Pak Widy (Supervisor Network Planning) memanggil namaku. Pemanggilan itu berkaitan erat dengan penugasan Pak Widy sebagai pembimbing paper akhir kelompokku. Sebagai informasi aja kelompokku digawangi oleh dua person saja. Aku dan Pak Fany. Atau lebih dikenal sabagai suhuku. Suhu di semua bidang (hidup Pak Fany). Kembali ke pemanggilan tadi. Pak Widy hendak menanyakan tentang hal atau subjek apa yang menjadi tema dari paper. Aku pun menjawab tidak tahu karena memang aku tidak tahu daripada menjawab dengan PD dan sok tahu. Kemudian kkami pun bercakap selama beberapa saat. Inti dari percakapan tersebut adalah untuk meminta saya mengkonfirmasi lebih lanjut ke Pak Ajat mengenai batasan dari paper yang akan dibahas. Karena sedemikian luasnya topik yang ada. Aku pun menyanggupinya dan bersedia menanyakan ke Pak Ajat sesegera mungkin. Pembicaraan berakhir dan aku melanjutkan pekerjaanku.

Aku pun membulatkan tekad mendekati Pak Ajat setelah sebelumnya mengkonfirmasi tindakanku kepada Mbak Irma. Selanjutnya aku mendekati Pak Ajat dengan ragu-ragu tapi mau bagaimana lagi niatku sudah bulat. Kemudian aku menyapa beliau yang masih sibuk berkutat dengan laptop 12 inchi beliau. Terjadilah percakapan antara dua individu berbeda generasi tersebut. Sebenarnya aku ingin menjelaskan detail percakapan tetapi karena saya yakin kalian gak punya banyak waktu untuk membaca berita dariku yang berformat semi cerpen ini maka saya akan memotongnya dan langsung membahas hal yang dikemukakan Pak Ajat mengenai tema paper.

Pak Ajat bertutur bahwa berdasar instruksi Pak Emil, inti dan tujuan dari pembuatan paper ini adalah untuk mereview dan menganalisa hal-hal yang terjadi di dalam sebuah bagian yang dibawahi oleh Bapak Supervisor dalam kerangka waktu satu tahun ini (dimulai dari Januari 2006 dan diakhiri Oktober 2006) dan membuat paper hasil analisa yang bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja terkait dengan bidang Bapak Supervisor dalam kerangka satu tahun ke depan (tahun 2007). Untuk mengatasi kendala dan membuat perbaikan dalam cakupan area di bawah Bapak Supervisor. Jadi jika pembimbing saya adalah Supervisor Network Planning maka paper saya tidak bisa lepas dari bidang tersebut dan tidak mungkin saya akan membahas mengenai aktifasi clear channel.

Sekali lagi saya kembali mengulas sekaligus menyampaikan kesimpulan dari “cerpen ini”. Perlu ditekankan bahwa dua hal yang menjadi batasan dalam pembuatan paper adalah bidang di bawah kendali Bapak Supervisor dan kerangka waktu atau kinerja selama tahun 2006 untuk dijadikan modal peningkatan (improvement) di tahun 2007.

Sekian atas perhatian Rekan-rekan semoga pemberitahuan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Bila ada pertanyaan yang bisa saya jawab saya akan dengan senang hati membantu. Terima kasih dan salam.

No responses yet

Nov 14 2006

137 Hari Ngobrol Tanpa Henti

Published by wisnhu under Di Balik Kaca

Aku udah pacaran tiga tahun. Tiga tahun lebih. Lebihnya sih baru lima hari (hehehe.. habis anniversary nich). Dan selama tiga tahun ini kami udah melakukan banyak hal gila. Mulai dari masak bareng, jalan bareng mengejar Jalan Malioboro yang gak nyampe-nyampe (akhire menyerah dan milih naek becak wae mbayaro ning sing penting jelas tekan) dan seringkali menghabiskan sore sambil ngobrol ngalor-ngidul di pantai berpaving Marina Beach sambil diliatin matahari yang sibuk kembali ke peraduannya.

Satu hal yang mengusik benakku adalah kami sangat sering ngobrol. Terutama by phone (hal ini adalah sesuatu yang sangat menggembirakan buat rekan-rekan yang bekerja di penyedia jasa layanan telekomunikasi atau yang biasa disebut service provider karena kamilah yang membiayai hidup mereka hehehe..) Untuk saat ini kami menggunakan provider yang paling murah untuk komunikasi lintas daerah mobile 8 dengan frennya (thanks guys you are damn good). Setiap hari kami menghabiskan waktu dua sampai tiga jam hanya untuk mengobrol. Membahas apa aja. Bagai pameo NATO (Not Action Talk Only).

Nah yang akan saya bahas disini adalah penggunaan waktu telepon. Jika dalam sehari kami menghabiskan rata-rata waktu menelepon selama 3 jam. Dan kami sudah berpacaran selama 3 tahun lebih maka jika dikalkulasikan : 3 (tahun) x 365 (hari) x 3 (jam) = 3285 jam. Jika dibagi 24 jam akan didapatkan 136,875 hari. Jika rata-rata satu bulan berisi 30 hari maka : 136,875 dibagi 30 = 4,5625 bulan. Jadi jika dikumpul-kumpulkan kami berdua sudah menghabiskan waktu selama empat setengah bulan untuk mengobrol terus menerus tanpa henti. Gile lama banget ya.

Bagi rekan-rekan provider mungkin hitungannya akan seperti ini 3 x 365 x 3 x 60 menit x (biaya telepon dalam satu menit). Ya sebesar itulah biaya yang telah dengan ikhlas (tidak ikhlas) kami sumbangkan ke provider. Semoga bermanfaat.

No responses yet

Nov 12 2006

Maaf Bunda

Published by wisnhu under Puisi

Diri mengenal saat mata tercipta
Getir dunia kau saji indah di hadap

Namun diri hanya memberi torehan luka
dengan hal-hal yang bahkan tak sepantasnya diri pikirkan

Bunda

saat diri beranjak dewasa
satu rasa kini sadari
betapa berarti hadirmu bunda
Melengkapi keindahan dunia
dan menyiapkan diri tuk menghadapinya

Bunda

semua yang kulewati
Tak kan mampu mambayar cinta kasihmu
Tak kan mampu menyembuhkan luka hatimu
Maafkan dosa diri
Doaku kan selalu tertuju
untuk kebahagiaan bunda selalu
kini dan abadi nanti

No responses yet

Next »