Ibarat Yin dan Yang …
Tuhan menciptakan segala-galanya dengan berpasang-pasangan (1). Saling melengkapi dan saling menguatkan. Ibarat bumi dan langit, malam dan siang, hitam dan putih. Orang china atau ajaran tao juga sering mengatakan bahwa semua itu ibarat “yin” dan “yang” yang selalu ada dan saling melengkapi. Konsep itu menjelaskan bahwa setiap benda di alam semesta memiliki polaritas abadi berupa dua kekuatan utama yang selalu berlawanan tapi selalu melengkapi. “Yin” bersifat pasif, sedih, gelap, feminin, responsif, dan dikaitkan dengan malam. “Yang” bersifat aktif, terang, maskulin, agresif, dan dikaitkan dengan siang. Yin disimbolkan dengan air, sedangkan Yang disimbolkan dengan api (2).

Yin dan yang sering dibahas sebagai dua hal yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ada yang mendeskripsikan yin dan yang ibarat laki-laki dan perempuan. Keduanya selalu ada dalam elemen pasangan manusia. Keduanya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Terkadang dalam sebuah pasangan, unsur laki-lakinya lebih dominan daripada unsur perempuannya. Dalam pasangan lain, mungkin ditemukan unsur keperempuanannya yang lebih berpengaruh dari pada unsur laki-lakinya. Bahkan pada pasangan sejenis baik itu sesama laki-laki atau pun sesama perempuan pasti ada salah satu individu dari keduanya yang memerankan peranan sebagai perempuan dan laki-laki sebagai pelengkapnya. Meskipun peran dan proporsinya sedemikian kecil tetapi peran itu pasti ada.
Tak lepas dari hal-hal di atas, kekanak-kanakan dan kedewasaan ibarat yin dan yang. Keduanya saling melengkapi dan tak bisa dilepaskan. Setua apapun dan semuda apapun manusia, unsur kedewasaan dan kekanak-kanakan selalu ada dalam dirinya. Unsur-unsur tersebut dapat membesar dan sangat besar sehingga menjadi unsur yang lebih dominan dari pasangannya. Atau dapat juga menjadi kecil dan sangat kecil sehingga hampir-hampir tidak terlihat. Namun seberapa pun besar dan kecilnya kedua unsur tersebut tetap tidak dapat meniadakan unsur pelengkapnya.
Orang tua atau manusia yang telah berumur dapat menjadi sedemikian dewasanya hingga sama sekali tidak terlihat unsur kekanak-kanakan dalam dirinya. Dan seorang anak-anak dapat menjadi sangat kekanak-kanakan sehingga tidak ada unsur kedewasaan dalam dirinya. Tapi sekali lagi, hal itu tidak dapat meniadakan unsur pelengkap yang telah ada dalam dirinya. Sekali lagi, unsur-unsur tersebut selalu ada meskipun dapat terlihat menghilang.
Orang tua seberapa pun seringnya beliau terlihat dewasa hal tersebut tidak dapat selamanya dalam artian permanen dan stabil menjaga untuk selalu bersikap dewasa. Demikian juga kanak-kanak sedemikian manjanya ia bersikap dia tidak bisa selamanya bersikap kekanak-kanakan. Komposisi keduanya selalu berubah setiap saat. Saling mengambil alih, saling mendominasi dan saling didominasi. Tidak ada yang mampu mendominasi dalam tempo yang cukup lama atau bahkan selamanya. Karena yang tetap dalam hidup adalah perubahan. Termasuk perubahan komposisi dewasa dan kekanak-kanakan yang ada dalam diri manusia.
Referensi :
[1] “Dan dari segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, mudah-mudahan kamu ingat.” Adz-Dzaariyaat(51):49.
[2] www.wikipedia.com definisi dari “yin dan yang” dalam wikipedia indonesia.
Cerita selanjutnya :
Kanak-kanak dan Kedewasaan (bag. 2/3)
Kanak-kanak dan Kedewasaan (bag. 3/3)
Berbagi