Archive for July, 2008

Jul 26 2008

Iyalah vs Iyadong

Published by wisnhu under Ria Jenaka

Iyalah :

Ya iyalah masak iya dong,
Mulan aja jamilah bukan jamidong.
(versi artis Mulan Jamilah)

Ya iyalah masak iya dong,
Namanya aja Sarmilah bukan Sarmidong.
(versi sitkom Suami-suami takut istri.)

Ya iyalah masak iya dong,
Murid aja sekolah bukan sekodong.
(versi Depdiknas)

Ya iyalah masak iya dong,

Duren aja dibelah bukan dibedong.
(versi Mbak Julia Perez)

Ya iyalah masak iya dong,
Gak bener aja salah bukan sadong.
(versi kuis benar atau salah)

Ya iyalah masak iya dong,
Pembalap aja Ananda Mikolah bukan Mikodong.
(versi Pembalap Ananda Mikolah)

Iyadong :

Ya iyadong masak iyalah,
Buah aja kedondong bukan kedonlah.
(versi penjual buah di Ps Kramat Jati)

Ya iyadong masak iyalah,
Cowok aja berondong bukan beronlah.
(versi Tante Girang)

Ya iyadong masak iyalah,
Yang ditarik aja andong bukan anlah.
(versi para penarik andong di Malioboro)

Ya iyadong masak iyalah,
Puser kamu aja bodong bukan bolah.
(versi bidan yang tiap hari ngeliatin puser bayi)

Ya iyadong masak iyalah,

Anak setan aja grandong bukan granlah.
(versi film horor Indonesia)

Ya iyadong masak iyalah,
Perampok aja nodong bukan nolah.
(versi Bang Napi)

*hayooo pilih yang mana???

30 responses so far

Jul 24 2008

Kanak-kanak dan Kedewasaan (bag. 1/3)

Published by wisnhu under Catatan Perjalanan

Ibarat Yin dan Yang …

Tuhan menciptakan segala-galanya dengan berpasang-pasangan (1). Saling melengkapi dan saling menguatkan. Ibarat bumi dan langit, malam dan siang, hitam dan putih. Orang china atau ajaran tao juga sering mengatakan bahwa semua itu ibarat “yin” dan “yang” yang selalu ada dan saling melengkapi. Konsep itu menjelaskan bahwa setiap benda di alam semesta memiliki polaritas abadi berupa dua kekuatan utama yang selalu berlawanan tapi selalu melengkapi. “Yin” bersifat pasif, sedih, gelap, feminin, responsif, dan dikaitkan dengan malam. “Yang” bersifat aktif, terang, maskulin, agresif, dan dikaitkan dengan siang. Yin disimbolkan dengan air, sedangkan Yang disimbolkan dengan api (2).

Yin dan Yang

Yin dan yang sering dibahas sebagai dua hal yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ada yang mendeskripsikan yin dan yang ibarat laki-laki dan perempuan. Keduanya selalu ada dalam elemen pasangan manusia. Keduanya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Terkadang dalam sebuah pasangan, unsur laki-lakinya lebih dominan daripada unsur perempuannya. Dalam pasangan lain, mungkin ditemukan unsur keperempuanannya yang lebih berpengaruh dari pada unsur laki-lakinya. Bahkan pada pasangan sejenis baik itu sesama laki-laki atau pun sesama perempuan pasti ada salah satu individu dari keduanya yang memerankan peranan sebagai perempuan dan laki-laki sebagai pelengkapnya. Meskipun peran dan proporsinya sedemikian kecil tetapi peran itu pasti ada.

Tak lepas dari hal-hal di atas, kekanak-kanakan dan kedewasaan ibarat yin dan yang. Keduanya saling melengkapi dan tak bisa dilepaskan. Setua apapun dan semuda apapun manusia, unsur kedewasaan dan kekanak-kanakan selalu ada dalam dirinya. Unsur-unsur tersebut dapat membesar dan sangat besar sehingga menjadi unsur yang lebih dominan dari pasangannya. Atau dapat juga menjadi kecil dan sangat kecil sehingga hampir-hampir tidak terlihat. Namun seberapa pun besar dan kecilnya kedua unsur tersebut tetap tidak dapat meniadakan unsur pelengkapnya.

Orang tua atau manusia yang telah berumur dapat menjadi sedemikian dewasanya hingga sama sekali tidak terlihat unsur kekanak-kanakan dalam dirinya. Dan seorang anak-anak dapat menjadi sangat kekanak-kanakan sehingga tidak ada unsur kedewasaan dalam dirinya. Tapi sekali lagi, hal itu tidak dapat meniadakan unsur pelengkap yang telah ada dalam dirinya. Sekali lagi, unsur-unsur tersebut selalu ada meskipun dapat terlihat menghilang.

Orang tua seberapa pun seringnya beliau terlihat dewasa hal tersebut tidak dapat selamanya dalam artian permanen dan stabil menjaga untuk selalu bersikap dewasa. Demikian juga kanak-kanak sedemikian manjanya ia bersikap dia tidak bisa selamanya bersikap kekanak-kanakan. Komposisi keduanya selalu berubah setiap saat. Saling mengambil alih, saling mendominasi dan saling didominasi. Tidak ada yang mampu mendominasi dalam tempo yang cukup lama atau bahkan selamanya. Karena yang tetap dalam hidup adalah perubahan. Termasuk perubahan komposisi dewasa dan kekanak-kanakan yang ada dalam diri manusia.

Referensi :

[1] “Dan dari segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, mudah-mudahan kamu ingat.” Adz-Dzaariyaat(51):49.

[2] www.wikipedia.com definisi dari “yin dan yang” dalam wikipedia indonesia.

Cerita selanjutnya :

Kanak-kanak dan Kedewasaan (bag. 2/3)

Kanak-kanak dan Kedewasaan (bag. 3/3) 

9 responses so far

Jul 19 2008

Mengalah Tak Berarti Salah.

Published by wisnhu under Catatan Perjalanan

“Mengalah tak berarti salah karena kebenaran bisa dikalahkan tapi tak pernah bisa disalahkan.”

Sukarno

Di dunia yang tidak sempurna ini, kebenaran selalu dapat dikalahkan. Selalu dapat dibodoh-bodohi dan diperlakukan sewenang-wenang.

Di dunia yang penuh dengan kebusukan ini, orang yang benar dan membela hal yang benar selalu saja diputarbalikkan dan sering kali dipandang menjadi orang paling bersalah di muka bumi. Dipecundangi jika dia lemah dan disingkirkan jika dia dirasa terlalu kuat (Sukarno, Munir, JFK,…).

Karena di dunia basi ini hanya dipenuhi dengan “kebenaran-kebenaran” semu dan parameter-parameter palsu yang dianggap penting atau dipentingkan oleh sebagian pihak untuk membela kepentingan perut dan keluarganya. Dan menganggap itulah yang terbaik untuk dirinya. Sombong sekali mereka berani mengatakan yang terbaik bagi dirinya dengan pengetahuan dan kekuasaan mereka yang hanya kecil dan terbatas itu.

Ingat!!! Kebenaran sejati tidak dapat disalahkan walau seringkali dikalahkan.

3 responses so far

Next »