Sep 10 2008

Stop Pers : Inul dan Bayi Tabung.

Published by wisnhu under Ria Jenaka

Setelah lama berusaha dengan suaminya, Bang Adam Suseno, (untuk dapat membuat bayi - red) akhirnya Inul sepakat (sepakat dengan suaminya tentunya - red) untuk menjalankan program bayi tabung pada bulan puasa ini seperti termuat pada detikhot dan kapanlagi.com. Dengan berlakunya program ini maka kegiatan Inul untuk mengebor mengecor ataupun mengedor akan berhenti sementara.

Yang menjadi permasalahan adalah dalam program ini Inul akan menggunakan tabung 3 kg, 12 kg ataukah yang 50 kg. Disinyalir langkah bayi tabung ini dipilih mengingat kebijakan pemerintah untuk tidak jadi menaikkan harga tabung gas.

Sekian dan Terima kasih.

*Emangnye Elpiji…

24 responses so far

Sep 08 2008

Tut Wuri Handayani

Published by wisnhu under Provokasi

Tut Wuri Handayani adalah sebuah semboyan yang tak asing lagi buat kita apalagi di dunia pendidikan. Setiap orang yang pernah mengenyam pendidikan Sekolah Dasar pasti pernah mendengar filsafah ini. Sebuah konsep pembangunan negeri yang dibagi menjadi tiga elemen.
Berikut adalah filsafah lengkapnya :
Ing Ngarso Sung Tulodho,
Ing Madya Mangun Karsa,
Tut Wuri Handayani.
Ing Ngarso sung Tulodho” elegi pembuka dari filsafat ini. Sebuah semboyan yang berarti seorang [pemimpin] yang berada di depan haruslah selalu memberi contoh. Sebuah contoh untuk dapat diikuti dan diamalkan terutama oleh dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya.
Bagian kedua filsafat ini adalah “Ing Madya Mangun Karsa” atau di tengah [sebagai pengikut atau pengemban] seharusnya membangun karsa atau kehendak. Para warga negara rakyat atau penngemban yang berada di tengah tidak hanya diharapkan selalu mencontoh sang pemimpin tapi diharapkan juga mampu membangun lingkungan atau suasana yang kondusif. Dengan hadirnya contoh dan lingkungan yang kondusif diharapkan sebuah negara atau lingkungan dapat hidup dan berkembang.
Tut Wuri Handayani, sebagai fungsi ketiga, berarti agar para generasi penerus atau generasi muda dapat selalu mengikuti contoh dan suasana kondusif yang telah ada. Sehingga diharapkan pada saatnya nanti tiba, yakni saat mereka memainkan peran entah itu di depan (Ing Ngarso) atau pun di tengah (Ing Madya) mereka dapat menjalankan fungsinya dengan baik yakni untuk memberi teladan ataupun menciptakan suasana yang kondusif.
Yang akan saya bahas pada postingan kali ini bukanlah mengenai filosofi dari semboyan ini tetapi lebih ditekankan pada penerapannya pada kehidupan nyata. Khususnya dunia pendidikan dewasa ini.
Sedikit akan saya kritisi di sini. Dulu mungkin saat Indonesia masih muda semboyan ini masih mungkin diterapkan karena apa? Karena kedua elemen yang berada di atas tut wuri handayani ada. Saat itu masih banyak pemimpin yang layak diteladani. Mampu memberikan contoh yang baik. Dan bukan hanya itu perjuangannya memperjuangkan Indonesia layak diacungi jempol. Mereka mau keluar masuk penjara, diasingkan, jauh dari keluarga, ditekan dari berbagai penjuru hanya untuk memperjuangkan satu kata “kemerdekaan”. Bahkan banyak dari mereka yang gugur hanya untuk menjaga kehadiran negara tercinta kita.
Pada saat itu pula para warga negara dan rakyat yang rela sepenuh hati membantu perjuangan para pemimpinnya dengan harta, jiwa dan raga hanya untuk menghadirkan karsa atau lingkungan yang kondusif. Mereka berjuang dengan tulus meskipun tidak pernah diekspose oleh berita. Walhasil dengan teladan dari pemimpin dan dukungan dari warga negara maka kemerdekaan bisa diraih dan dipertahankan sekian lama.
Pada saat-saat itu wajar jika semboyan tut wuri handayani diterapkan. Karena dua elemen di atasnya ada dan menjalankan fungsinya dengan benar. Output dari semboyan ini adalah muncul pejuang-pejuang baru yang siap menggantikan pemimpin ataupun laskar pejuangnya. Sehingga kesinambungan perjuangan akan tetap terjaga.
Yang menjadi pertanyaan adalah implementasi tut wuri handayani saat ini khususnya di dunia pendidikan. Apakah masih tepat dan relevan. Apalagi mengingat dua elemen di atasnya sudah tidak lagi menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.
Sejak negara ini diperintah oleh pemimpin yang isunya sejak muda sudah menggelapkan kayu ke luar negeri dan memperoleh tahtanya dari hasil merampas kekuasaan dari pemimpin yang sah, negeri ini jadi kehilangan sosok pemimpin yang bisa “sung tulodho”. Tentunya teladan ke arah kebaikan.
Setiap pemimpin pasti memberikan teladan. Tapi teladan ke arah mana itulah yang menjadi pertanyaan? Selama memerintah, teladan ke arah mana yang telah beliau tunjukkan sudah terlihat jelas. KKN merajalela hampir di semua sendi. Semua departemen, lembaga dan organisasi yang ada sudah terkena imbas dari penyakit “keteladanan” ini. Secara logis tak mungkin mereka muncul dan memiliki penyakit ini dari dalam diri mereka sendiri jika tanpa ada teladan dan semacam “legalitas” dari pemimpin-pemimpin mereka.
Bentuk penyebaran penyakit ini ke dalam berbagai macam lembaga, organisasi, dan departemen ini adalah wujud implementasi dari semboyan kedua. Ing madya mangun karsa. Tentunya para warga negara dan pengemban amanah akan dengan senang hati menciptakan lingkungan yang kondusif. Kondusif untuk penyakit ini. Penyakit KKN dan segala kroninya.
Lalu jika kedua elemen di atasnya memberikan contoh ke arah KKN dan berbagai macam penyakit yang menggerogoti bangsa ini apakah masih pantas dunia pendidikan untuk menerapkan semboyan tut wuri handayani. Mengikuti teladan dari dua elemen di atasnya. Mengajarkan kepada para generasi muda untuk melestarikan penyakit ini. Kemudian tak urung pula melestarikan budaya ini ke dalam batang tubuh dunia pendidikan.
Kalau memang benar demikian, wajar saja jika di dunia pendidikan saat ini sudah dilegalisir dengan adanya berbagai pungutan liar, sogokan-sogokan resmi hanya demi insan-insan yang tidak mampu secara intelektualitas tapi mampu secara materi untuk berada di tempat yang tidak semestinya. Wajar karena ini adalah dampak dari mengikuti semboyan tut wuri handayani. Karena dua elemen di atasnya mengiyakan maka wajar jika di dunia pendidikan berkembang menjadi seperti ini.
Mari katakan TIDAK!!! Cukup sudah kita mengikuti dua elemen di atas yang sudah memberikan contoh tidak baik. Jika memang dikatakan ini menentang semboyan dunia pendidikan yang selalu “Tut Wuri Handayani” maka TENTANGLAH!!! semboyan itu. Jangan lagi terapkan tut wuri handayani jika memang para pemimpin yang diteladani telah menyimpang dari kebaikan. Buat apa kita ikuti? Apakah kita rela generasi muda penopang masa depan kita hancur hanya gara-gara kita membela untuk menerapkan semboyan lama yang sudah tidak berada di fungsinya? Gunakan semboyan baru. Jika memang sudah tidak ada lagi teladan yang pantas, maka buat teladan itu. Buat dari sekarang, buat dari yang kecil dan buat dari diri sendiri. Tidak ada yang pernah melarang dunia pendidikan untuk menjadi contoh bagi yang lain. Meskipun dunia pendidikan diletakkan sebagai elemen belakang maka : Jadikanlah ia contoh. Contoh bagi anak-anak kita mengenai bagaimana harus bersikap dan bagaimana harus membangun bangsa ini. Maka saya katakan semboyan baru untuk dunia pendidikan adalah Ing Ngarso Sung Tulodho.
Berikan contoh kepada anak-anak kita tentang yang baik. Tentang kedisiplinan, kejujuran tentang keikhlasan dan perjuangan. Dan biarkan anak-anak kita kelak menjadi contoh bagi dua elemen di atasnya. Dan jika saatnya nanti tiba biarkan mereka menjadi pemimpin kita yang akan memberikan kita contoh bagaimana harus berbuat yang baik. Karena kita tak akan hidup selamanya.

17 responses so far

Sep 06 2008

Musafir of The Month for August 2008

Published by wisnhu under Award

Medal of Honor

Jeng…jeng…jeng… Akhirnya tiba pada penganugerahan penghargaan Wisnhu Award atau yang akrab disapa di telinga pembaca blog dengan sebutan Musafir of The Month Award (hasyah bahasanya itu lho udah kayak di Academy Award dan udah terkenal sampai ke sembilan benua). Setelah penganugerahan yang pertama pada Bulan Juli kini akan digelar untuk yang bulan Agustus.

Anugrah penghargaan bulan Agustus masih akan membagikan tiga award untuk nominasi Komentar Terbaik Bulan Ini, Posting Terbaik dan yang terakhir adalah Pengunjung Terbaik bulan ini alias Musafir of The Month award. Posting ini juga akan mengulas tentang Profil pengunjung terbaik bulan ini dan sedikit iklan tentang blognya.

Posting ini ditulis di tengah-tengah kegiatan penanganan gangguan jadi kalo ada laporan penyelesaian gangguan nyasar ya harap maklum. Terlebih lagi sekarang adalah pukul jam 02:30 pagi dini hari menjelang sahur. Bagi nyang masih tidur harap bangun untuk segera bersahur ria. hehehe.

Okey progres pertama yang akan kita lakukan adalah pengecekan perangkat di sisi pelanggan … eh maksudnya Award Pertama yang akan dibacakan adalah Komentar Terbaik Bulan ini adalah oleh Mbak Silly pada postingan berjudul Kanak-kanak dan kedewasaan (bag. 2/3). Baru kali ini saya menerima komentar seperti posting. Panjang bener. Kalo di bahasa Indonesia mungkin istilahnya udah seperti anak kalimat (berarti disebut anak postingan dung). Komentar ini dibuat pada tanggal 10 Agustus 2008 sepanjang 10 paragraph, 24 baris, 247 kata dan 1.690 karakter (termasuk spasi.) Sungguh sangat terharu mendapat komentar sepanjang ini. Terima kasih mbak silly. Untuk mereka yang tertarik bisa mampir ke alamat mbak silly.

Alhamdulillah gangguan sudah closed sekarang lanjut ke award kedua yaitu adalah Postingan Terbaik Bulan Agustus berdasar jumlah komentar yang masuk adalah Postingan berjudul Hidup Kembali. Jumlah komentar yang masuk adalah dua sembilan komentar. Ya lumayanlah daripada lu manyun. Kekeke. Mungkin saya ada bakat kali ya jadi penyair hehehe. Chairil Anwar, WS Rendra you better watch out. I’m coming to get you. I am the next shakespeare (hasyah ngomong mulai ngalur ngidul. Beginilah status otak yg sedang satu hati.. eh maksudnya saturasi).

Dan Pengunjung Terbaik untuk bulan Agustus jatuh pada ….trrrrrtttt…. dung tek…dung tek…

Khai

Khai a.ka. Khairuddin Syach dengan blog Inter Studio nya. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepadaa Khai yang telah mengunjungi blog saya dan menjalin tali persahabatan yang begitu indah meskipun kita belum pernah bertemu. Semoga jika kita bertemu kelak maka kita akan semakin erat dan menjalin tali silaturahmi.

Setiap blog mencerminkan sang pembuatnya. Sebanyak apapun seorang membuat blog maka setiap blognya meskipun berbeda-beda pasti tercium juga aroma dari sang pembuat. Demikian juga blog ini, menurut saya blog ini bagus dan sederhana. Sebuah kombinasi yang elegan. Membuat saya selalu kangen untuk berkunjung terutama dengan sajian filsafah kopi di depannya. “Meskipun hidup ini pait namun jika kita dapat menikmati dengan sahabat yang saling menghargai, maka hidup akan terasa lebih manis.” A very nice philosophy. Saya sangat setuju dengan filosofi tersebut. Namun dengan meningkatnya harga gula terutama di saat bulan suci ini maka kopinya bisa jadi semakin pahit lagi sehingga kita butuh lebih banyak sahabat sebagai pemanis. Seperti pepatah, “Seribu sahabat tak pernah cukup. Seorang musuh dirasa sudah terlalu banyak.”

Yang baru di blog Khai adalah tentang blog pembenci Islam dan ajakan untuk memeranginya. Dan saya sangat setuju dengan ajakan tersebut, dan oleh karena itu dengan ini saya juga mengajak para muslim dan para orang2 yang tidak suka dengan kebencian untuk memeranginya. Maka kami mengajak anda semua sodaraku untuk turut melaporkan blog http://mantanmuslim.blogspot.com/ ke google (pemilik blogger.com) sebagai Blog yang melanggar Term Of Service yaitu pada poin menyebarkan kebencian dan permusuhan, sehingga blog itu harus di tutup, maka dari itu saya KHAY AIKEN mengajak anda untuk tergerak melaporkan blog ini ke blogger.com, Caranya ?
1. Masuk ke halaman : REPORT A TERM OF SERVICE VIOLATION
2. Pilih “Hate or violence (Learn more.)”
3. Klik “Continue” Lalu “Continue” lagi
4. Masukkan alamat http://mantanmuslim.blogspot.com/
5. Klik “Submit”.

Buat saya dunia tidak bisa dibangun dengan kebencian. Bahkan teladan saya, Rasulullah Saw pun mengajarkan bahwa, “Jangan sampai kebencianmu terhadap suatu kaum menghalangimu berbuat adil terhadap kaum tersebut.” Dan teringat pula bahwa “Jangan memandang orang lain dengan rendah siapa tahu orang yang anda pandang rendah jauh lebih mulia dari anda.” You’ll never know. Karena hanya Dia Sang Pencipta yang mengetahui segalanya. Maka sangat picik jika kita menilai dan menghakimi orang lain hanya dengan pengetahuan kita yang sangat terbatas ini.

Oiya bersama dengan posting ini maka saya akan mengumumkan penambahan kategori baru di blog ini. Kategori itu adalah “Provokasi”. Hehehe provokasi disini bukan untuk mengajak berdemo dan berlaku kekerasan tapi hanyalah sebuah ajakan berpikir kritis dan terbuka. Sesuatu yang akan mengguncang mental dan pikiran Anda. Maka bersiaplah. Dan buat Anda yang tidak siap mental harap tidak membacanya sampai Anda telah merasa siap. Kekeke (Gak segitunya kalee… Aku kan baek karena ak tercipta dari Allah Yang Maha Baik.)

 

14 responses so far

« Prev - Next »